Kesalahan Perawatan yang Bisa Menyebabkan Rem Motor Blong

Kesalahan Perawatan yang Bisa Menyebabkan Rem Motor Blong

Sering banget kita mendengar berita kecelakaan karena banyak pengendara yang kurang memperhatikan perawatan rem, hingga akhirnya mengalami kondisi yang dikenal sebagai rem blong padahal rem motor merupakan salah satu komponen paling vital pada motor. Tanpa sistem pengereman yang optimal, risiko kecelakaan akan tinggi. Beberapa kondisi tertentu dapat menyebabkan adanya fungsi rem hilang atau rem blong. Nah, kenali kondisi utama yang perlu diperhatikan untuk mencegah rem blong dan perawatan yang dapat dilakukan.

1. Cairan rem habis atau bocor

Cairan ini berfungsi menyalurkan tekanan dari tuas ke kaliper, yang kemudian menekan kampas rem untuk menghentikan roda. Jika cairan ini habis atau bocor maka akan terjadi tuas rem terasa kosong, rem tidak pakem, bisa benar-benar tidak berfungsi (rem blong) karena sistem hidrolik bekerja dengan tekanan tertutup, sedikit saja kebocoran bisa bikin tekanan hilang. Jika hal tersebut terjadi, maka pengendara harus mengganti komponen yang rusak. Agar tidak terjadi, pengendara dapat mengganti cairan rem secara berkala minimal 1-2 tahun sekali dan bersihkan area kaliper. 

2. Kampas Rem Aus

Kampas rem yang sudah tipis akan mengurangi daya cengkeram pada piringan atau tromol. Jika dibiarkan hingga benar-benar habis, gesekan yang terjadi bukan lagi antara kampas dan piringan, melainkan besi dengan besi. Jika kampas rem sudah aus akan menyebabkan daya cengkeramnya lemah / hilang dan menyebabkan kemampuan rem berkurang bahkan bisa terjadi rem blong. Maka dari itu penting untuk para pengendara periksa kondisi kampas rem setiap 2-3 bulan sekali atau sesuai rekomendasi pabrikan. 

3. Suhu sistem pengereman kelebihan panas

Penggunaan rem saat berkendara di jalanan menurun atau dalam kondisi macet secara berlebihan bisa membuat panas berlebih (overheat) pada cakram dan kampas rem karena mengurangi gesekan antara kedua komponen tersebut. Dengan adanya panas berlebihan bisa mengakibatkan minyak rem yang mendidih atau kampas rem menjadi keras dan kehilangan cengkeraman, yang akhirnya menyebabkan rem blong. Maka kita dapat mencegah rem overheat dengan perawatan rutin, ganti cairan rem 1-2 tahun sekali, dan jangan menahan rem terus menerus.

4. Kebocoran master rem

Master rem adalah komponen utama dalam sistem pengereman hidrolik. Fungsi dari mengubah tekanan dari tuas atau pedal menjadi tekanan hidrolik yang diteruskan ke kaliper. Kebocoran pada master rem, biasanya akibat karet seal piston yang aus, membuat tekanan tidak tersalurkan sempurna. Selain terasa blong, rem juga bisa terasa keras dan tidak stabil. Master rem bisa mengalami kebocoran karena seal karet di dalam master sudah aus, baut atau sambungan longgar, dan usia komponen sudah lama. Jika hal tersebut sudah terjadi, maka pengendara dapat ganti seal kit atau master rem tergantung skala kerusakan. Agar hal tersebut tidak terjadi, maka pengendara dapat ganti minyak rem setiap 1-2 tahun dan menghindari penggunaan minyak rem sembarangan.

5. Minyak rem dengan kualitas buruk

Jika kualitas minyak rem buruk atau tidak sesuai spesifikasi, performa rem bisa menurun drastis bahkan berisiko blong. Maka dari itu, jangan melakukan pembelian produk tanpa standar jelas, tidak memperhatikan spesifikasi DOT, tidak pernah ganti minyak bertahun-tahun. Maka agar hal tersebut tidak terjadi, kita dapat ganti setiap 1-2 tahun sekali, lakukan bleeding saat ganti sehingga tidak ada udara tersisa di sistem, Gunakan spesifikasi minyak pabrikan. 

Tuliskan Komentar Anda

Artikel Terkait

 

Subscribe

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kami seputar promo dan artikel yang menarik